Materi Tata Laksana Impor â Bagian G: Analisis Terapan dan Pungutan Khusus
FOKUS BAGIAN G: Soal 91â100 menguji analisis terapan â hitungan freight/CIF multi-container, pungutan khusus (BMTP/BMAD, PPN film cerita, cukai dalam Nilai Impor), PIB Berkala untuk barang tidak berwujud, serta tenggat dan bukti pembayaran (billing, BPN/NTPN, SPPB).
1. Hitungan CIF Multi-Container (Soal 91â93)
Pada impor peti kemas, biaya angkut dihitung per container lalu dikalikan jumlah container. Seluruh biaya angkut sampai pelabuhan tujuan Indonesia â termasuk ruas transhipment â merupakan unsur penambah nilai pabean.
- Hitung total freight = (freight ruas 1 + freight ruas 2 + âĻ) à jumlah container.
- Tentukan insurance: jika asuransi dibayar di dalam negeri (mis. Jakarta), nilainya 0 (nol) untuk nilai pabean.
- Hitung CIF = FOB + total freight + insurance.
- Hitung nilai pabean = CIF (valuta asing) Ã kurs NDPBM yang berlaku saat billing diterbitkan SKP.
| Komponen | Perhitungan | Nilai |
|---|---|---|
| FOB total | â | USD 65.000 |
| Freight China-Singapore | USD 1.000 Ã 4 container | USD 4.000 |
| Freight Singapore-Tanjung Priok | USD 600 Ã 4 container | USD 2.400 |
| Total freight | (USD 1.000 + USD 600) Ã 4 | USD 6.400 |
| Insurance | dibayar di Jakarta | USD 0 |
| CIF | USD 65.000 + USD 6.400 + USD 0 | USD 71.400 |
| Nilai pabean | USD 71.400 Ã Rp 14.200 | Rp 1.013.880.000 |
Asuransi dibayar di dalam negeri = 0. Sebaliknya, bila freight tidak tercantum dalam dokumen dan asalnya dari luar negeri, freight ditetapkan jabatan: 5% Ã FOB (ASEAN), 10% Ã FOB (Asia non-ASEAN & Australia), atau 15% Ã FOB (luar Asia & Australia).
2. Dasar Pengenaan BMAD dan BMTP (Soal 94)
BMAD (Bea Masuk Anti Dumping) dan BMTP (Bea Masuk Tindakan Pengamanan) memiliki dasar pengenaan yang sama, yaitu % tarif à nilai pabean â bukan nilai impor dan bukan harga jual domestik.
- BMAD â dikenakan atas barang dumping, yaitu barang yang masuk dengan harga di bawah nilai normal dan merugikan industri dalam negeri.
- BMTP â dikenakan sebagai tindakan pengamanan (safeguard) terhadap lonjakan impor yang merugikan industri dalam negeri.
- Keduanya ditambahkan dalam penyusunan Nilai Impor yang menjadi dasar PDRI.
Jebakan soal: dasar pengenaan BMAD/BMTP adalah nilai pabean, bukan nilai impor. Nilai impor baru terbentuk setelah BMAD/BMTP ditambahkan: Nilai Impor = Nilai Pabean + BM + BMAD/BMTP + Cukai (bila ada).
3. PPN Khusus Film Cerita (Soal 95)
Film cerita impor memakai DPP Nilai Lain sebesar Rp 12.000.000 per copy, sehingga PPN = 10% Ã Rp 12.000.000 per copy. Perlakuan ini berbeda dari PPN impor barang kena pajak umum dan dari PPN hasil tembakau.
| Objek | DPP | Perhitungan PPN |
|---|---|---|
| Film cerita impor | Nilai Lain Rp 12.000.000 per copy | 10% Ã Rp 12.000.000 per copy |
| BKP impor umum | Nilai Impor (nilai pabean + BM + cukai) | 11% Ã Nilai Impor |
| Hasil tembakau | HJE (Harga Jual Eceran) | 9,9% Ã HJE |
4. Cukai dalam Nilai Impor (Soal 97)
Cukai adalah bagian dari Nilai Impor, bukan pungutan yang dihitung setelah PDRI. Nilai Impor = nilai pabean + BM (+ BMAD/BMTP) + cukai, dan dari Nilai Impor inilah PPN, PPnBM, serta PPh Pasal 22 dihitung.
Urutan yang benar: hitung BM â susun Nilai Impor (tambahkan cukai) â hitung PDRI. Menghitung cukai setelah PDRI adalah urutan yang salah.
5. PIB Berkala untuk Barang Tidak Berwujud (Soal 96)
PIB Berkala dibuat untuk pengeluaran barang dalam jangka waktu paling lama 1 bulan dan disampaikan ke Kantor Pabean paling lama 15 hari kerja setelah jangka waktu tersebut berakhir. Mekanisme ini dipakai antara lain untuk barang tidak berwujud.
Beda dengan PIB biasa: PIB Berkala memungkinkan satu pemberitahuan mencakup pengeluaran barang selama satu periode, bukan satu PIB untuk setiap transaksi harian.
6. Tenggat Billing, Penerbit, dan Bukti Bayar (Soal 98â100)
- PIB diregistrasi dan sistem menghitung pungutan yang terutang.
- SKP atau Pejabat Bea dan Cukai menerbitkan kode billing.
- Importir membayar melalui Bank/Pos/Lembaga Persepsi paling lama 5 hari sejak tanggal billing diterbitkan (PIB biasa, PER-2/BC/2023).
- Importir menerima BPN (Bukti Penerimaan Negara) yang memuat NTPN dan NTB/NTP.
- Setelah pembayaran tervalidasi, terbit SPPB sebagai dasar pengeluaran barang.
| Aspek | Ketentuan |
|---|---|
| Penerbit kode billing | SKP (otomatis) atau Pejabat Bea dan Cukai |
| Jatuh tempo PIB biasa | 5 hari sejak tanggal billing diterbitkan |
| Jika terlampaui | SKP menerbitkan NPP (Nota Pemberitahuan Penolakan) |
| Bukti bayar | BPN â memuat NTPN dan NTB/NTP |
| Dasar pengeluaran barang | SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) |
Jangan tertukar: bukti yang diterima setelah membayar di bank adalah BPN, bukan NTPN. NTPN hanyalah nomor yang tercantum di dalam BPN; SPPB baru terbit setelah pembayaran tervalidasi.
Ringkasan angka kunci: freight multi-container = jumlahkan seluruh ruas per container; asuransi dalam negeri = 0; BMTP/BMAD = % Ã nilai pabean; film cerita = 10% Ã Rp 12.000.000 per copy; Nilai Impor termasuk cukai; billing PIB biasa jatuh tempo 5 hari; bukti bayar = BPN (memuat NTPN); pengeluaran barang = SPPB.